Friday, 31 March 2017

CARA MENGATASI HAMA PENGGEREK TANDAN BUAH KELAPA SAWIT - SUPERNASA GRANULE PUPUKNYA KELAPA SAWIT


MENGGUNAKAN PESTONA ORGANIK
CARA PEMAKAIAN PESTONA:
1). AMBIL 7-14 TUTUP PESTONA LARUTKAN KEDALAM TANKI SEMPROT UKURAN 14-17LITER AIR.
2). SEMPROTKAN SECARA MERATA DILAHAN ATAUPUN SELURUH BAGIAN TANAMAN.
3). PESTONA DAPAT DICAMPUR DENGAN POCNASA, HORMONIK DAN AERO 810.
4). PESTONA DAPAT DICAMPUR DENGAN PESTISIDA KIMIA YANG LAIN

HAMA PENGGEREK TANDAN BUAH KELAPA SAWIT

Beberapa Bulan Setelah Pemupukan

Kelapa Sawit Dilahan Pasir
Pemupukan kelapa Sawit


GLIO ATASI JAMUR PENYEBAB LAYU TANAMAN - Masalah Serius Petani Yang Harus Diperhatikan


Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah. Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.
MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO
1. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
2. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
3. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
5. Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
SASARAN
Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.
PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit
Fungsi/sasaran utama :
-Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
-Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
Fungsi/sasaran lainnya :
-Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
-Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)
Catatan :
- GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
- GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah
MEKANISME KERJA GLIO
GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.
PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 - 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
2. Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
3. Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka
1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari
PERINGATAN
1. Jangan dicampur dengan pestisida lain.
2. Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 - 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

Glio dicampur dengan Pukan ( Pupuk Kandang )


Thursday, 30 March 2017

MENGAPA UNSUR HARA MIKRO SANGAT DIBUTUHKAN OLEH TANAMAN - PT.NASA CAB.ACEH

 
Kelapa Sawit Mengunakan Pupuk Mikro Supernasa Granule


Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl) Mangan (Mn) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++ Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah: Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vit. C Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi Boron (Bo) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3- Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah: Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca) Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit Tembaga (Cu) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++ Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah: Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil) Seng (Zincum = Zn) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++ Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah: Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah Khlor (Cl) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl - Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah: Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas Molibdenum (Mo) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4- Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah: Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa Sebagai katalisator dalam mereduksi N Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2 Seng (Zincum = Zn) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++ Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah: Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

Monday, 27 March 2017

TRIK PEMUPUKAN UNTUK MEMPERBAYAK GETAH KARET

 Pemupukan Karet dengan Pupuk Nasa
.
Misal untuk aplikasi sekitar 400 batang. Cara yang digunakan dalam proses pemupukan ini adalah dengan teknik penyiraman. Berikut ini adalah tata cara aplikasi pemupukannya.
Pupuk NASA yang dibutuhkan :
1. Supernasa 3 kg
2. Hormonik 500 cc
3. Aero 2 botol.
Pupuk kimia :
1. NPK 20 kg
2. ZA 7 kg
3. Kcl 7 kg
Cara Pemupukan :
1 3 kg SUPERNASA + 500cc Hormonik masukkan ke dalam 10 liter air menjadi larutan induk. Aduk sampai rata.
2.Siapkan air 400 liter. (Keterangan : bila tidak ada wadah khusus sebesar itu, maka bisa dibagi per 100 liter atau per 200 liter menggunakan drum).
3.Masukkan pupuk kimia yang sudah disiapkan tadi ke dalam 400 liter air tersebut. Aduk hingga terlarut semuanya.
4.Setelah larut masukkan larutan induk pupuk SUPERNASA + HORMONIK tadi ke dalam 400 liter larutan pupuk kimia tadi. Aduk lagi hingga merata.
5.Tambahkan 2 botol Aero ke dalam larutan yang sudah tercampur yang nantinya berguna untuk membantu proses peresapan nutrisi ke akar. Diamkan sejenak sekitar 15 menit.
6.Siramkan 1 liter per pohon dengan jarak 1meter dari batang. Siramkan untuk 400 batang tanaman karet.
Catatan :
1.Sebaiknya pemupukan karet ini dilakukan secara rutin dengan interval setiap 2 bulan sekali.
2.Pemakaian dolomit sangat disarankan untuk digunakan minimal setahun sekali sebelum pemupukandengan dosis 2 kg/pohon.
3.Hasil produksi getah karet yang didapat antara satu wilayah dengan wilayah lain bisa jadi berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kualitas bibit karet, iklim dan curah hujan, kondisi lahan, dan serangan hama

Pemupukan Karet Dgn Supernasa dan Phoska
Karet Yang Sudah Ada Hasil

Sunday, 12 March 2017

CARA PERLAKUAN TON PADA TAMBAK DAN KOLAM TERPAL | Tambak Organik Nusantara (TON)

Aplikasi Pupuk TON Nasa pada Tambak

Cara Aplikasi Pupuk TON ( tambak organik nusantara ) NASA Pada Tambak Udang dan Bandeng Luasan 1 hektar.
Saat pengeringan tambak / kolam, larutkan dengan Air 2,5 Kg TON siram-siramkan ke kolam/tambak.
(4 S/d 6 sendok makan penuh per 100 m2) 
Setelah pengisian Air tebarkan TON 250 gr sebanyak 8 botol yang ukuran 250 gram ( 2 kg )ke tambak. diamkan selama 5 s/d 10 Hari , Plankton akan tumbuh dalam 5 S/D hari.baru penebaran benur / bibit,
Selanjutnya untuk terapi budidaya, tebarkan TON ke tambak sebanyak 0,5kg / 2 botol setiap 1 bulan sekali. jika akan memberikan tiap 15 hari sekali akan lebih baik.


Cara Aplikasi Pupuk TON NASA Pada Kolam Dari Semen Atau Terpal
Bagaiman aplikasi TON pada kolam dari semen atau terpal ?
Pada kolam semen atau terpal, maka tidak diperlukan pengolahan lahan seperti di lahan tanah, oleh karena itu perlakuan TON hanya dilakukan setelah isi air. Perlakuan pertama yaitu setelah pembersihan selesai dilakukan, isi kolam diisi air setinggi 20 cm, tebarkan/siramkan TON dengan dosis 1 kg per hektar (dua sendok makan penuh per 100 m2), setelah itu air dibiarkan selama 3 hari, setelah itu diisi penuh untuk keperluan budidaya. Perlakuan berikutnya dilakukan setelah ikan berumur 15 hari dengan dosis yang sama dan diulang setiap 15 hari untuk menjaga kualitas air kolam budidaya

Mengenal Penyakit Pada Udang | Tambak Organik Nusantara (TON)

[PENYAKIT UDANG]
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan Obat-obatan sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :
1.Kotoran Putih/mencret. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
2.Bintik Putih. Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam waktu yg singkat saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu di beri perlakuan Obat-obatan.


3.Bintik Hitam/Black Spot. Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.
4.Insang Merah. Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.
5.Nekrosis. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan Obat-obatan, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran kaptan.
. (Kualitas air tambak berkaitan erat dengan kondisi kesehatan udang. Kualitas air yang baik mampu mendukung pertumbuhan udang secara optimal. Hal ini berhubungan dengan faktor stres udang akibat perubahan kualitas air di tambak.) ” LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI ” Untuk menghindari kegagalan dalam budidaya udang, pengelolaan kwalitas air secara baik dan benar menjadi prioritas utama. Perlu di usahakan agar kondisi air tambak tidak terlalu keruh
(SEMOGA BERMANFAAT)

LAGI, PIKAT MEMBANTU REHABILITASI KEBUN SAWIT


Pengguna: T. Nur Jabar AB
Lokasi Kebun : Alue Bata, Nagan Raya, NAD
Luas Pemakaian: 1 hektar (165 pokok)
Jenis Bibit : Tidak diketahui
Umur Tanaman: tahun tanam 1992
Ketika pertama kali datang ke kebun T Nur Jabar kondisinya menyedihkan dan tidak terawat. Terlihat pelepah daun serta daunnya menguning serta janjang dan bunganya sangat jarang. Dan tentu saja produktivitasnya sangat rendah, padahal umur tanaman telah menginjak 15 tahun (saat data diambil).
Karena kecintaannya terhadap tanaman sawit yang terlantar tersebut, Bapak Jabar mencari cara untuk memperbaikinya. Hingga pada akhirnya Bapak Jabar berkenalan dengan pupuk organik premium dengan konsep program PIKAT untuk memberikan therapi. Disebut premium karenan produk tersebut sangat khas dan diperlukan dalam jumlah yang kecil namun memberikan manfaat yang luar biasa.
Awalnya beliau mencoba menerapkan hanya dengan 1 produk saja yaitu POWERNutrition dengan dosis 1 kg/hektar dengan pupuk makronya yang terdiri dari urea, TSP, dan KCL hanya 50 kg/hektar!. Beliau mencampur kedua pupuk tersebut hingga merata, kemudian ditebarkan ke tanaman. Sehingga jika dihitung per pokok total hanya mendapatkan kira-kira 31 gram. Dosis yang jauh dari ideal. Hal ini dapat dimaklumi karena sangat sulit mendapatkan pupuk makro secara eceran di pelosok NAD.
Namun demikian beliau sangat bahagia karena 15 hari setelah aplikasi telah tampak perubahan pada tanaman sawitnya:


Daun-daun dan pelepah yang tadinya kuning berubah menjadi hijau segar hingga sedap dipandang.
Apalagi setelah 2 bulan mulai muncul bunga-bunga secara serempak.
Pada bulan ke-4 buah sudah dapat dilihat. Saat dipanen diperoleh rata-rata 17 kg per janjang yang sebelumnya hanya 10 kg serta buahnya kerdil.
Selama therapi program PIKAT sejak Maret-Juni 2007, telah 5 kali panen dengan hasil 3.360 kg atau 3,36 ton.
Tangkai buah yang renyah memudahkan untuk dipanen. Hal ini penting di NAD karena situasi saat itu yang sangat sulit menemukan orang yang mau bekerja untuk memanen sawit.
Dari data yang diperoleh dapat dihitung bahwa selama 4 bulan program PIKAT, Bapak Jabar telah mendapatkan keuntungan tidak kurang dari 3 juta rupiah (setelah dihitung pengeluaran untuk pembelian bahan pupuk dan tenaga pemupukan serta harga sawit saat itu). Belum termasuk keuntungan dari penghematan penggunaan urea yang sebelumnya sekitar 4 karung (200 kg) menjadi hanya 25 kg

Friday, 10 March 2017

MENGENAL HAMA KUTU-KUTUAN PADA CABE

HAMA PADA TANAMAN
Kutu loncat ( Diaphorina citri )
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
Gejala : tunas keriting, tanaman mati.
Pengendalian :
Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ).
Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Untuk penyemprotan Natural BVR ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii )
Bagian diserang : tunas muda dan bunga.
Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
Pengendalian: Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Untuk penyemprotan Natural BVR ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.

Wednesday, 8 March 2017

Fungsi Utama Agens Hayati CORRIN

"corrin-agensia-hayati-pengendali-hama-kresek-padi-layu-tanaman-hawar-bercak-daun-blast-akar-gada-kobis-kubis-pestisida-biologi-natural-nusantara-distributor-resmi-nasa"CORRIN adalah Pestisida Biologi atau Agens Hayati dari PT Natural Nusantara (NASA) berbasis bakteri Antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.

Mengendalikan penyakit Hawar Daun (HDB) atau penyakit Kresek pada padi yang disebabkan bakteri patogen Xamthomonas oryzae
Mengendalikan penyakit Hawar Daun Jingga yang disebabkan oleh Bacterial Red Stripe (BRS)
Mengendalikan penyakit Blast (Pyricularia Oryzae)
Mengendalikan penyakit Bercak Daun (Cercospora)
CORRIN dapat juga digunakan untuk mengendalikan penyakit-penyakit layu pada sayuran (Fusarium), Akar Gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae) dan Layu pada pisang (Fusarium).

Tuesday, 7 March 2017

BUDIDAYA TOMAT-PUPUK NASA ORGANIK BERKWALITAS TINGGI

A. FASE PRA TANAM
- Berikan pupuk dasar 4kg Urea/ZA + 7,5kg TSP + 4kg KCI per 1000m2 di atas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah. Atau jika pakai pupuk majemuk NPK (15-15-15) dosis kurang lebih 20kg/1000m2 dicampur rata dengan tanah diatas bedengan.
- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis 1-2 botol/1000 m2) dengan cara :
* alternatif 1 :
1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
* alternatif 2 :
Setiap 1 gembor vol 10 liter diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram kurang lebih 10m bedengan.

B FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki.
C FASE TANAM
(0-15 HTS = Hari Setelah Tanam)
Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup kurang lebih per 15liter air.
D FASE VEGETATIF (15-30 HTS)
Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1tutup) setiap 7hari sekali.
F FASE GENERATIF (30-80 HTS)
Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7- 10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK /tangki. Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan perekat perata AERO 810 dengan dosis 5ml (1/2 tutup)/tangki.

Tekhnik Meningkatkan Hasil Produksi Padi-Pupuk Nasa Berkwalitas Tinggi


1. Perlakuan Benih/bibit : Rendam benih padi yg mau disemai dng POC NASA (3 - 5 ttp/lt) selama 2 - 5 Jam ....setelah disemai dan tumbuh Semprot dng POC NASA (3 ttp / tangki 14 - 17 lt air) 1 - 2 kali
Secara Global:
2. Perlakuan tanah: Berikan Supernasa padat 3 - 6 Kg /ha atau Supernasa granule 50 kg/ha, setelah Bajak-garu sebelum tanam
3. Perlakuan setelah tanam
Semprot dng minimal POC NASA 3 - 5 ttp/tangki , tambah HORMONIK 1 ttp/tangki akan lebih bagus...atau pakai Greenstar 5 gr/tangki....penyemprotan pada usia 7 hari setelah tanam (hst) , 21 hst dan 45 hst....
Itu penggunaan produk Pupuk Organik NASA utk Padi, utk produk pengendalian hama-penyakitnya juga perlu Spt BVR, CORIN dan PESTONA
Catatan :
1. Pupuk Makro/NPK tetap diberikan seperti biasa...kalau dosis ingin dikurangi maksimal 50% Dari biasanya
2. Jangan lupa berdoa selama proses pengaplikasian dan setelahnya hingga panen...😊

Padi Ciherang Dengan Produk Nasa
Semoga success budidaya padinya...utk Kemandirian Pangan Indonesia

Monday, 6 March 2017

WAPADAI SERANGAN WERENG HIJAU

Ilustrasi
Peran wereng hijau (WH) dalam sistem pertanaman padi menjadi penting oleh karena WH merupakan vektor penyakit tungro, yang merupakan salah satu penyakit virus terpenting di Indonesia. Kemampuan WH sebagai penghambat dalam sistem pertanian padi sangat tergantung pada penyakit virus tungro.Sebagai hama, WH banyak ditemukan pada sistem sawah irigasi teknis, ekosistem tadah hujan, tetapi tidak lazim pada ekosistem padi gogo.WH menghisap cairan dari dalam dari dalam daun bagian pinggir, tidak menyukai pelepah, atau daun-daun bagian tengah.
Adapun gejala tanaman padi yang terkena serangan Werwng hijau ( WH ) :
WH menyebabkan daun-daun padi berwarna kuning sampai kuning oranye.
Penurunan jumlah anakan, dan pertumbuhan tanaman yang terhambat (memendek).
Pemupukan unsur nitrogen ( Urea / ZA ) yang tinggi sangat memicu perkembangan WH.
Cara Pengendaliannya :
Dianjurkan menanam varietas tahan tungro seperti Tukad insektisida.
Pemakaian produk nasa yang berupa Natural BVR dari awal tanam sangat efektif untuk mencegah hama sundep beluk tersebut.Natural BVR yang mengandung jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah wereng hijau ( WH ) dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani dari awal tanam
Untuk Informasi Lebih Lanjut Hub..Call,sms,Whatapp 082-366-277-131

GEJALA HAWAR DAUN BAKTERI PADA TANAMAN PADI


Hawar daun bakteri (HBD) merupakan penyakit bakteri yang tersebar luas dan menurunkan hasil sampai 36 %. Penyakit terjadi pada saat musim hujan atau musim kemarau yang basah, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang, dan dipupuk N tinggi (> 250 kg Urea/ha).
Penyakit HDB menghasilkan dua gejala khas, yaitu kresek dan hawar. Kresek adalah gejala yang terjadi pada tanaman berumur < 30 hari (persemaian atau yang baru pindah). Daun-daun berwarna hijau kelabu, melipat, dan menggulung. Dalam keadaan parah keadaan daun menggulung, layu, dan mati, mirip tanaman yang terserang penggerek batang atau terkena air panas (lodoh). Sementara, hawar merupakan gejala yang paling umum pada tanaman yang telah mencapai fase tumbuh anakan sampai fase pemasakan.
Gejala diawali dengan timbulnya bercak abu-abu (kekuningan) umumnya pada tepi daun. Dalam perkembangannya gejala akan meluas, membentuk hawar, dan akhirnya daun mengering. Dalam keadaan lembab (terutama pagi hari), kelompok bakteri, berupa butiran berwarna kuning keemasan, dapat dengan mudah ditemukan pada daun-daun yang menunjukkan gejala hawar. Dengan bantuan angin, gesekkan antar daun, dan percikan air hujan, massa bakteri ini berfungsi sebagai alat penyebar penyakit HDB.
Cara pengendaliannya :
Pemupukan yang teratur dengan menyeimbangkan unsur makro maupun mikro yang di perlukan tanaman padi.Yaitu dengan pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Super Nasa dengan di campurkan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
pengaturan air air yang cukup.
Hindari penggenangan air yang terus menerus, misalkan 1 hari digenangi dan 3 hari dikeringkan.
Pemakaian produk nasa yang berupa Natural Glio di saat olah tanah dengan di campurkan pupuk kandang atau dengan di campurkan Super Nasa.
Menyemprotkan Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona + Aero-810 dengan interval 10 hari sekali.Lakukan dari awal tanam dan diwaktu sore hari.

TEKNOLOGI ORGANIK PENGELOLAAN INTENSIF KESUBURAN ALAMI TERPADU BUDIDAYA JAGUNG


PERSIAPAN LAHAN
1. Sangat dianjurkan melakukan olah tanah dan pembuatan drainase sebelum penanaman.
2. Taburkan DOLOMIT kurang lebih 100 - 200 kg/ha saat pengolahan tanah (sebaiknya kurang lebih 1-2 minggu sebelum tanam.
Catatan :
Pada lahan gembur/subur, bisa langsung di buat lubang tanam (tanpa olah tanah/TOT)
PERSIAPAN BENIH
1. Pilihlah benih berkualitas
Kebutuhan benih jagung kurang lebih 20-30 kg/ha
2. Rendam benih
Rendam dalam larutan POC NASA kurang lebih 5cc/liter selama kurang lebih 12 jam.
3. Tiriskan dan inokulasikan (campurkan) benih dengan Natural Gelio secukupnya.
PENANAMAN
1. Buat lubang tanam dengan jarak tanam 20×60 cm atau 25×75 cm.
2. Masukkan benih per lubang tanam
3. Tutup dengan abu sekam basah atau pupuk kandang matang
PENYIANGAN (PENDANGIRAN) DAN PEMBUMBUNAN
Penyiangan (pendangiran) dan pembumbunan dilakukan pada usia kurang lebih 15-20 dan kurang lebih 35-40 hari setelah tanam.
PEMUPUKAN
1. Umur (hst) 0-7 jarak lubang pupuk kurang lebih 5cm, urea 150kg/ha, TSP 50kg/ha, Kcl 50kg/ha, super nasa 3-6kg/ha
Aplikasi SUPERNASA dicampur dan di masukkan lubang pemupukan bersamaan dengan Urea, TSP dan KCI
2. Umur 15 (hst) 30-50cc, hormonik 10cc, pestona 50-70cc
3. Umur 21 (hst) jarak lubang kurang lebih 10cm, Urea 150kg/ha, TSP 50kg/ha, Kcl 50kg/ha.
4. Umur 30 (hst) POC NASA 40-80cc, hormonik 10cc, BVR 10gr.
5. Umur 42 (hst) jarak lubang pupuk kurang lebih 15 cm urea 150kg/ha
6. Umur 45 (hst) POC NASA 40-80cc, hormonik 10cc, BVR 10gr
Usia 15, 30, 45 hst :
semprot POC NASA (5tutup) + HORMONIK (1tutup) + AERO 810 per tangki volume 15liter (kebutuhan per aplikasi kurang lebih 20-30 tangki per hektar)
PENCEGAHAN HAMA
- Semprot PESTONA 5-10 tutup/tangki + AERO 810 tutup/tangki (sebaiknya rutin tiap 5-10 hari)
- Semprot BVR 30gr/tangki (selang-seling dengan PESTONA, interval 5-10hari
PANEN DAN PASCA PANEN
1. Ciri dan umur panen :
Umur panen 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur ( jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2cm), jagung rebus/bakar di panen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah fisiologis.
2. Cara panen :
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
3. Pengupasan :
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat di turunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
4. Pengeringan :
Pengeringan jagung dengan sinar matahari 7-8 hari hingga kadar air 9? - 11? atau dengan mesin pengering.
5. Pemipilan :
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil
6. Penyortiran dan penggolongan :
Biji - biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apasaja yang tidak dikehendaki. Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.
=================================================
LAYANAN KONSULTASI DAN ORDER
TLP/SMS/WA:0823-6627-7131

SOLUSI CERDAS PENGEMUKAN SAPI 40 HARI


Penggemukan sapi adalah
sebuah usaha peternakan yang menitik beratkan pada proses penggemukan sapi yang kurus dan dipelihara hingga target bobot atau umur tertentu telah tercapai.
Penggemukan sapi dengan cara tradisional pada umumnya hanya menggunakan pakan hijauan saja.
Cara ini biasanya mengakibatkan pertumbuhan sapi melambat dan kisaran bobot yang dihasilkan 0,3 – 0,6 kg per hari.
Padahal dengan jangka waktu pemeliharaan yang lama telah membuang waktu, tenaga, dan biaya operasional yang tinggi.
Tentu saja ini menjadi usaha yang tidak efektif secara ekonomi dan hasil yang dicapaipun tidak optimal.
Penggemukan sapi dengan cara modern biasanya menggunakan tambahan pakan berupa konsentrat yang ditambah dengan obat-obatan atau nutrisi tambahan guna mengoptimalkan pencapaian pertumbuhan bobot harian sapi.
Guna mendukung keberhasilan budidaya peternakan sapi pedaging dengan pencapaian bobot sesuai dengan target,
maka PT Natural Nusantara (NASA) telah menghadirkan serangkaian obat penggemukan sapi.
Obat penggemukan sapi dari NASA ini bukan sekedar obat biasa saja, melainkan nutrisi tinggi dengan kandungan asam amino esensial serta mineral alami yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan bobot sapi.
Obat penggemukan sapi pedaging atau nutrisi tersebut adalah
VITERNA PLUS, POC NASA dan HORMONIK. Obat penggemukan sapi potong ini berbahan alami dan sangat efektif untuk menunjang pertumbuhan bobot harian.
Dengan penggunaan obat penggemukan sapi VITERNA PLUS, POC NASA, HORMONIK secara intensif akan mempersingkat masa budidaya sapi pedaging yang Anda lakukan.
Sehingga akan terjadi penghematan pakan yang cukup signifikn sebagai penambah keuntungan budidaya sapi potong tersebut.
Segera gunakan obat penggemukan sapi dari NASA berupa VITERNA PLUS, POC NASA, HORMONIK untuk keberhasilan budidaya sapi pedaging Anda.
Info Pemesanan produk hubungi;
Telp/Sms dan Whatsapp 082366277131

CARA PENGENDALIAN VIRUS GEMINI PADA CABAI

Semaian bebas virus kuning yaitu dengan cara:
Pada saat persemaian dilakukan dengan cara ditanam pada polibag satu persatu benih ditanam pada tiap polibag tidak dilakukan dengan cara disebar pada lahan persemaian.
Pemberian rumah sungkup dengan menggunakan kain kasa agar kutu kebul yang berfungsi sebagai vector tidak dapat masuk dalam persemaian.
Persemaian dilakukan dibelakang/tritisan rumah yang jauh dari tanaman cabai karena disekitar rumah tersebut tidak ada kutu kebul sebagai vektor.
Sanitasi lingkungan dilakukan sebersih dan serapi mungkin terutama pada rumput wedusan yang biasa digunaman sebagai pengganti inang virus kuning tersebut, karena kutu kebul tersebut paling senang terhadap rumput tersebut sebagai pengganti tanaman inang.

Pengaturan jarak tanam dengan serapi mungkin dan tidak terlalu rapat, karena kutu kebul juga takut terhadap pemangsanya ditempat yang agak terbuka. Maka jarak tanam dapat diperlebar agar tajuk tanaman tersebut tidak bertumpuk-tumpukan.
Meningkatkan stamina tanaman karena tanaman cabai tersebut juga melakukan perlawanan dengan virus tersebut. Maka agar tanaman cabai tersebut tetap sehat maka dapat dilakukan dengan cara:
Pemberian pupuk organic yang lebih banyak.
Irigasi yang yang baik.
Pemberian pagar pada tanaman dengan menggunakan:
Dengan menggunakan tanaman jagung yang ditanam mengelilingi tanaman cabai
Menggunakan tanaman kenikir
Pemberian perangkap dengan menggunakan botol yang sudah diberi hormon perangsang.

Sunday, 5 March 2017

Cara Pembuatan 1 kwintal Pakan Fermentasi

Persiapkan Drum untuk media penampung pembuatan pakan
Sediakan Produk Nasa:
Viterna dan Probiotik Tangguh
Sediakan Air 10 - 15 liter
Sediakan 1 kilogram garam (garam biasa untuk memasak)
Sediakan gula pasir 250 gram
Bekatul / dedak 10 kilogram
Langkah selanjutnya adalah memotong / mencacah gedebok pisang yang telah dipersiapkan sebelumnya, tehnik memotong sesuai selera tidak ada ukuran tertentu, yang penting potongan tersebut nantinya nyaman untuk dimakan oleh hewan ternak.
Probiotik Tangguh Untuk Fermentasi Pakan Ternak
Taburkan bekatul atau dedak tadi (10 kg) ke cacahan gedebok pisang tersebut dan aduk hingga merata. Setelah bekatul tercampur merata, biarkan sejenak dan kita akan persiapkan langkah selanjutnya.
Persiapkan Produk Nasa, Gula pasir dan Garam:
2 Tutup Probiotik Tangguh
4 Tutup Viterna
1 Kilogram Garam dapur
250 gram Gula Pasir
Lalu masukkan ke dalam air yang telah di sediakan tadi (10 - 15 liter) dan aduk selama kurang lebih 5 menit (biar tercampur secara merata), lalu siramkan ke gedebok pisang yang telah kita campur bekatul tadi, aduk hingga merata.
Pakan hasil Fermentasi siap untuk di berikan pada ternak.
Catatan:
Jika sebelumnya ternak belum pernah di berikan produk Nasa, agar ternak ber-selera memakan pakan hasil fermentasi tersebut, ada baiknya sebelum di berikan pakan fermentasi ternak di berikan Viterna dengan Dosis 2 cc per ekor. Cara pemberian bisa dengan menggunakan spet (suntikan ternak tapi di ambil jarumnya) lalu sedot Viterna sebanyak 2 cc dan masukan ke mulut ternak agar terminum habis.