Tuesday, 28 February 2017

CARA BUDIDAYA LELE DIKOLAM TERPAL

Berikut Ini Adalah Kunci Keberhasilan Budidaya Lele di Kolam Terpal
Untuk mendukung keberhasilan Budi daya ikan lele dalam kolam terpal, ada beberapa tips dan kunci yang bisa digunakan, yaitu dengan penambahan TON sebagai formula untuk terapi air.TON (tambak organik Nusantara) adalah pupuk khusus perikanan yang digunakan sebagai pupuk kolam ikan. Produk TON bisa digunakan untuk semua jenis media kolam, seperti kolam ikan media semen permanen, kolam ikan media terpal, kolam ikan media tanah, kolam ikan model bak dengan media tong atau drum dan lain sebagainya.
Pemberian pupuk khusus perikanan TON pada budidaya perikanan jenis apapun akan membantu menciptakan ekosistem kolam yang kondusif bagi pertumbuhan ikan. Di samping itu juga membantu mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan. Membantu mengurai senyawa beracun yang bisa membunuh ikan. Membantu mempercepat pertumbuhan ikan sehingga panen bisa menjadi lebih cepat tetapi tetap dengan bobot sebagaimana yang ditargetkan. Serta membantu menyediakan suplai oksigen terlarut dalam air sehingga ekosistem kolam manjadi sehat.
Cara praktis aplikasi TON pada budidaya perikanan adalah : Campurkan air 10 liter + 2 sendok makan TON. Selanjutnya siram-siramkan atau percik-percikkan larutan TON tersebut ke sekitar permukaan kolam ikan secara merata. Aplikasi ini dilakukan idealnya setiap 1 munggu sekali. Aplikasi bisa ditingkatkan intensitasnya apabila tiba musim hujan. Setiap kali turun hujan tebarkan larutan TON untuk menetralkan asam yang terkandung pada air hujan yang masuk ke kolam ikan. Aplikasi larutan TON juga perlu dilakukan pada saat air kolam berbau menyengat.
Kunci berikutnya adalah memberikan tambahan nutrisi dan vitamin bagi ternak ikan lele melalui pakan pelet. Nutrisi dan vitamin yang diberikan adalah viterna,poc Nasa dan Hormonik
Pemberian TON, viterna plus poc Nasa dan hormonik sangat membantu untuk meningkatkan nafsu makan ikan sehingga pertumbuhan ikan bisa dipercepat. Manfaat lain adalah membantu menurunkan angka kematian ikan, mengatasi stress pada ikan, serta memberikan peningkatan kualitas pada daging ikan yang dihasilkan serta rendah kolesterol. Dengan pemberian ketiga vitamin tersebut akan menjaga pertumbuhan ikan lebih seragam serta membantu mempercepat masa panen ikan, karena pertumbuhan ikan lele berlangsung lebih cepat.
Cara pakai:
TON (Pupuk Tambak Organik Nusantara) digunakan sebagai pupuk kolam / tambak. Campurkan 2 sendok makan TON (Pupuk Tambak Organik ) dengan 20liter air kemudian siram-siramkan di air kolam untuk ukuran kolam 100m2
Viterna,hormonik dan Poc Nasa digunakan sebagai suplemen campuran pakan ikan. Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol HORMONIK 100 cc + poc NASA 500cc. Kemudian ambil 1 tutup (10 cc)tambahkan air secukupnya kemudian campurkan dengan 2,5 Kg pakan apa saja.angin-anginkan dulu biar meresap baru di berikan ke ikan...

WASPADA SERANGAN BUSUK AKAR

Natural Glio Solusi Busuk Akar

Busuk akar adalah penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh patogen jamur yang menyerang bagian akar sehingga akar-akar tanaman membusuk.Gejala penyakit busuk akar adalah menguningnya daun, sampai kelayuan yang diikuti kematian mendadak.Penyebaran busuk akar dapat melalui penyiraman dengan air yang membawa patogen.Patogen penyebab busuk akar antara lain jamur Phytophthora parasitica, Phellinus spp. dan Ganoderma spp.Pada pohon Acacia mangium busuk akar menyebabkan kematian dengan tingkat serangan antara 3,2-28,2% sedangkan pada selada busuk akar dapat menurunkan hasil sampai dengan 70%
Tanaman yang terkena busuk akar biasanya kecil karena pertumbuhan terhambat.Tanaman kurang kokoh, dan ketika tanaman dicabut rambut akar akan tertinggal dan menyisakan akar utama, selain itu dapat ditemukan benang (hifa) berwarna putih dan tercium bau busuk.Daun yang dihasilkan sedikit atau kecil, dibandingkan dengan tanaman sehat dengan usia sama.Pembungaan dapat tertunda ketika akar membusuk sehingga kualitas tanaman tidak seragam.
============================
Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.
MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO
Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
SASARAN
Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon,lada,sawit dll.

Penyakit Busuk Buah (Phytophthora palmivora) Kakao

Penyakit Busuk Buah disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora (Pythiales : Phythiaceae) yang dapat menyerang pada berbagai umur buah sejak buah pentil hingga menjelang masak. Jamur yang menginfeksi buah dapat berasal dari tanah, batang yang sakit kanker batang dan buah yang sakit.
Penularan terjadi dengan beberapa cara antara lain melalui percikan air hujan, persentuhan dengan buah sakit, atau terbawa oleh binatang (semut, tikus, tupai dan bekicot).
Tanda dan Gejala Serangan
Serangan penyakit biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Buah yang terinfeksi akan membusuk disertai bercak coklat kehitaman dengan batas yang tegas. Dalam beberapa hari seluruh permukaan buah menjadi busuk, basah dan berwarna kehitaman. Serangan pada buah muda akan menyebabkan buah rusak dan tidak bisa dipanen.
Serangan pada buah dewasa menimbulkan kerusakan pada biji, tetapi masih dapat dipanen, walaupun kualitasnya menurun.
Natural Glio Solusi Penyakit Busuk Buah

Pengendalian penyakit busuk buah kakao
Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.
Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO + HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar

Monday, 27 February 2017

PENYEBAB MATI GETAH PADA TANAMAN KARET

Foto Farida Organik Nasa. Kiat mengatasi tanaman karet mati getah padahal usia dan fisik tanaman karet masih sangat bagus dan mestinya masih bisa produksi getah dengan baik.
Tips memyembuhkan mati kulit atau mati getah pada tanaman karet dengan pupuk organik Nasa adalah :
Siapkan air 15 liter
Larutkan 3 sendok makan SUPERNASA ditambah pupuk urea 3 gelas.
Per pohon berikan 1 – 2 liter. Siram di sekitar lingkar batang tanaman karet.
Lakukan pemupukan ini setidaknya 2 minggu sekali. Maka dalam jangka waktu 15 hari sudah mulai normal hasil produksi getah karetnya. Berangsur-angsur produksi getah karet pun akan terus meningkat.
Tips menyembuhkan luka bekas sadapan pada kulit tanaman karet, kulit sadapan menghitam, memberantas jamur, sekaligus menyembuhkan mati kulit.
Caranya : Air 1 tangki semprot + POC NASA 6 tutup + HORMONIK 2 tutup + PESTONA 10 tutup + AERO 1 tutup. Semprotkan merata ke batang sadapan dengan interval 3 hari sekali.
Tips mengatasi penyakit JAP (Jamur Akar Putih) : Air 15 liter + GLIO 100 gr + SUPERNASA 4 sendok makan + UREA 3 gelas. Per pohon berikan 1 – 2 liter dengan cara disiramkan pada pangkal batang. Interval aplikasi setidaknya 2 minggu sekali. Dan ulangi sampai 3 kali aplikasi berikutnya.
Selama masa terapi penyembuhan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet ini jangan menyemprotkan pestisida atau herbisida. Dan air yang digunakan untuk terapi juga disarankan menggunakan air sungai atau sumur yang tidak mengandung kaporit.

PROSES PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DENGAN TEKNOLOGI NASA PER 100 KG


Bahan :
1. Jerami padi atau gedebog pisang sebanyak 100 kg
2. Drum atau tong plastik kapasitas 100 kg beserta tutupnya
3. Terpal untuk media pencampuran jerami dan bahan fermentasi
4. Alat potong seperti arit, golok atau mesin pemotong hijauan atau jerami
5. Molases atau tetes tebu sebanyak 1 kg
6. Produk NASA yaitu PROBIOTIK TANGGUH dan VITERNA masing-masing 1 botol
7. Dedak sebanyak 10 kg
8. Garam sebanyak 1 kg
9. Ember berisi air sekitar 2 liter
Cara Pembuatan :
1. Untuk jerami padi sebanyak 100 kg, dipotong kecil-kecil seukuran 5-8 cm dengan menggunakan alat potong atau mesin potong coper dan ditebar diterpal,
2. Hasil potongan yang telah disebar di terpal kemudian ditebar atasnya dengan dedak sebanyak 10 kg.
3. Siapkan larutan mikrobia dengan cara ember yang berisi 2 litar air, kemudian dimasukkan 4 tutup botol TANGGUH PROBIOTIK, 2 tutup botol VITERNA, garam 1 kg, tetes tebu atau molases 1 kg, dan diaduk sampai homogen atau merata.
4. Siramkan larutan mikrobia TANGGUH tersebut di atas permukaan jerami dan dedak tersebut secara merata.
5. Campurkan larutan mikrobia TANGGUH dengan dedak dan jerami padi.
6. Masukkan campuran jerami dan larutan TANGGUH ke dalam drum penyimpanan.
7. Proses pemasukan ke dalam drum plastik fermentasi sedikit demi sedikit dan diikuti dengan pemadatan. Setelah itu drum plastik ditutup dengan rapat sampai tidak ada udara yang masuk, kemudian drum disimpan selama tiga minggu. Setelah tiga minggu drum dibuka dan dikeluarkan jerami padi hasil fermentasi kemudian dikeringangikan dahulu sebelum diberikan ke kambing atau sapi.

Sunday, 26 February 2017

TERNYATA BVR JAMUR SAHABAT PETANI

LUAR BIASA
NASA dengan mottonya 3 K (Kualitas– Kuantitas – Kelestarian) memiliki produk teknologi pengendali hama dan penyakit pertanian yang selaras dengan lingkungan yaitu Natural BVR. Natural BVR efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami,selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan. Dengan demikian penggunaan Natural BVR dilahan pertanian, diharapkan akan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian tanpa membahayakan lingkungan sekitar.
Cara kerja Natural BVR dengan bahan aktif Beauveria bassiana adalah masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ hama dari dalam.
BVR yang menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase,Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit.
Natural BVR juga mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asamoksalat) untuk membunuh hama.
Miselium tumbuh secara progresif dan muncul pada badan hama yang mati, jika hama yang terinfeksi bersinggungan dengan hama yang sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin.

Kematian hama berkisar antara 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.
Natural BVR dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman pada tanaman padi, bawang merah, kacang panjang, cabai, tomat,kubis, buncis, semangka, kentang, apel, mangga, coklat, dan sebagainya. Adapunjenis hama dan penyakit tanaman yang dapat dikendalikan dengan Natural BVR adalah wereng (Nilaparvata sp.;Nephotettix sp.; Sogatella sp.), hama penggerek batang padi (Thryporhizasp.; Chilo supressalis), walang sangit(Leptocorixa accuta), kutu daun, kutu dompolan, dan penggerek buah coklat. (Trans Agro edisi 35).
PETUNJUK PENGGUNAAN BVR
Dosis 1-2 gram/liter atau + 100 gram per 1000 m2
Semprotkan ke tanaman pada sore hari
Bisa dicampurkan dengan POC NASA atau Hormonik
PERINGATAN PENGGUNAAN BVR
Jangan dicampur dengan pestisida lain.
Simpan ditempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung


Tips dan cara budidaya kelapa sawit

Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa sekarang ini perkebunan tanaman kelapa sawit makin bertambah banyak. Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi. PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan.
Dibawah ini adalah Tips dan cara budidaya kelapa sawit dengan menggunakan produk Natural Nusantara agar produksi yang dihasilkan bisa lebih meningkat..
Pembibitan kelapa sawit
Penyemaian kelapa sawit
Kecambah dimasukkan polibag 12×23 atau 15×23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40×50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90×90 cm
Pemeliharaan Pembibitan kelapa sawit
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :
Pupuk Makro
> 15-15-6-4 Minggu ke 2 & 3 (2 gram);
minggu ke 4 & 5 (4gr);
minggu ke 6 & 8 (6gr);
minggu ke 10 & 12 (8gr)
> 12-12-17-2 Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr);
Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr),
minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr),
minggu ke 38 & 40 (20gr).
> 12-12-17-2 Minggu ke 19 & 21 (4gr);
minggu ke 23 & 25 (6gr);
minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
>POCNASA Mulai minggu ke 1 – 40
(1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).
Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman.
Teknik Penanaman kelapa sawit
Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50×40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.
Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER GRANUL / SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
Pemeliharaan Tanaman kelapa sawit
Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.
Penyiangan
Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.
Pemupukan
Anjuran pemupukan sebagai berikut :
Pupuk Makro
Urea 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 225 kg/ha
1000 kg/ha
TSP 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 48 & 60 115 kg/ha
750 kg/ha
MOP/KCl 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 200 kg/ha
1200 kg/ha
Kieserite 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 75 kg/ha
600 kg/ha
Borax 1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36
2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 20 kg/ha
40 kg/ha
NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September – Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April). POC NASA a. Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar
pangkal batang, setiap 4 – 5 bulan sekali
>36 bln 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar
pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA
Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER GRANUL / SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.2.3.)
Pemangkasan Daun kelapa sawit
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a. Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b. Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c. Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.
Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.
Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
a. Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.
Cara penyerbukan:
1. Bak seludang bunga.
2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.
Hama dan Penyakit tanaman kelapa sawit
Beberapa hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah :
a. Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
b. Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
Penyakit Pada tanaman kelapa sawit
a. Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.
b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.
c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .
Panen
Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.
Untuk kelapa yang sudah produksi Gunakan POWER NUTRITION per pokok 25-30 gram, 2-3 kali pertahun. Dalam setiap aplikasi bisa dicampurkan dengan makro . Dosis Makro berkisar : Urea 0,75-1,5 kg., TSP 0,25-1 kg, KCl 1,25-2 kg, per batang pertahun
Manfaat produk POWER NUTRITION dan Produk Nasa Lainnya Untuk Kelapa sawit antara lain Berbuah lebih kontinyu/ tidak terlalu mengalami trek buah seperti halnya tanaman sawit umumnya, ekstraksi lebih tinggi,berat janjang lebih berat, umur produksi lebih panjang, tanaman lebih cepat dewasa.

Saturday, 25 February 2017

FUNGSI AERO-810 DAN CARA KERJANYA

bagaimana cara kerja AERO ??
AERO-810 perekat perata pembasah adalah bahan pencampur pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) atau pupuk organik cair agar tegangan permukaan air menjadi rendah sehingga pestisida/pupuk organik cair menyebar lebih rata, menempel lebih kuat dan meresap lebih cepat di daun.
Cara Pakai :”aero-810 perekat perata pembasah
pentana” 0,2 – 0,4 cc/liter atau 0,5 tutup/ tangki
Volume tutup + 10 cc
1 liter untuk + 5 – 6 ha/lahan
Bahan Aktif :
Polioksi Etilen Alkil Fenolic Ether 810 g/l
Petunjuk Keamanan :
Hindarkan dari makanan, air minum, dan jangkauan anak – anak.

Friday, 24 February 2017

CARA MENJADIKAN BATANG PISANG DISUKAI TERNAK-TERNAK TANPA NGARIT

TERNAK TANPA NGARIT
Manfaat Fermentasi Pakan Ternak Pakai Produk NasaTangguh Probiotik
Salah satu upaya untuk peningkatan hasil ternak adalah dengan memberikan fermentasi pakan. Pada artikel ini akan kami ulas cara pemggunaan produk Nasa Probiotik Tangguh dan Viterna untuk pembuatan pakan dengan fermentasi.
Selain kualitas pakan yang baik, cara tersebut juga sangat di kenal sebagai sarana alternatif yang cukup efektif mempercepat pertumbuhan ternak, terutama pada musim kemarau. Karena kemungkinan besar pada saat kemarau suplai makanan hijau pada ternak sedikit benyak berkurang dan di harapkan dengan adanya fermentasi pakan ternak tersebut akan menutup kekurangan makanan pada ternak.
Proses fermentasi pakan tersebut memanfaatkan bakteri Starbio ataupun EM4 yang mana digabungkan dengan berbagai limbah seperti jerami, gedebog, rumput kering, ampas kacang dan lain-lain untuk di jadikan sebagai bahan makanan utama ternak.
Beberapa kelebihan pada penggunaan Probiotik Tangguh untuk pembuatan pakan fermentasi antara lain :
✔Akan memperbaiki sistem pencernaan pada ternak
✔Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pada
ternak yang memproduksi susu
✔Peningkatan bobot ternak yang pesat, sehingga
ternak akan menjadi gemuk dan sehat
✔Nafsu ternak makan bertambah
✔Selain memberikan nafsu makan dan bobot yang
tinggi, pemberian pakan fermentasi tersebut juga
menutunkan kadar kolesterol pada ternak, serta
meningkatkan kekebalan tubuh ternak
✔Pakan hasil fermentasidengan VITERNA dan Tangguh
Probiotik Nasa juga akan mengurangi bau kotoran
hewan ternak
✔Proses fermentasi pakan ternak tersebut saat ini
menjadi fenomenal karena memberikan kebaikan yang
dirasakan oleh peternak, baik untuk ternak
kambing, sapi, domba, kelinci, babi dan lain-lain.
✔Mungkin banyak sebagian masyarakat yang mengenal fermentasi tersebut sebagai proses pembuat minuman suplemen saja. Ternyata tidak, proses fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk alternatif pembuatan pakan ternak yang berkuailtas tinggi. Disamping pembuatannya yang sangat sederhana, pembuatan pakan dengan cara fermentasi ini juga menghemat waktu dan biaya, karena peternak tidak lagi di sibukkan dengan Angon (menggembala) atau Ngarit (mencari rumput).

TANAMAN ALTERNATIF PENGHASIL RUPIAH LADA PERDU

Lada perdu memiliki produktivitas lebih tinggi dari lada rambat.
Keuntungan teknis budidaya lada perdu
Bibit tanaman mudah tersedia
Tidak memerlukan tiang rambatan
Populasi tanaman per satuan luas lahan lebih banyak
Berumur genjah (mampu berproduksi setelah usia tanam 1 tahun)
Pemeliharaan dan penen lebih mudah
Pemanenan tidak memerlukan tangga
Tidak memerlukan pemangkasan dan pengikatan sulur
Dapat ditanam sebagai tanaman sela
Memiliki nilai estetika jika ditanam di pekarangan atau di dalam pot
Bermanfaat bagi kegiatan penelitian, misal untuk persilangan atau hibridisasi
Dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan
Risiko kematian tanaman akibat cekaman kekeringan relatif lebih kecil dibandingkan penanaman secara monokultur (tanpa naungan).
Mampu memberikan nilai tambah yang cukup signifikan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sub-balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat menunjukkan bahwa lada perdu dapat menghasilkan produksi rata-rata 200 g/pohon pada umur dua tahun, dan 500 g/pohon pada umur 3 tahun.
Jika lada perdu ditanam dengan jarak tanam 1 x 2 m maka lahan seluas 1 hektar dapat ditanami sampai ±4500 pohon. Dengan jumlah tanaman sebanyak ini, jika produksi lada mencapai 900kg maka dengan harga Rp. 110.000,- /kg pemasukkan yang didapat pada dua tahun pertama adalah Rp. 990.000.000,-
Pendapatan akan meningkat pada tahun ke tiga dimana produksi dapat mencapai 2.250kg atau setara dengan pendapatan Rp. 2,4 M,-.Jika kita memiliki lahan atau dak atap rumah seluas 100m2 maka kita dapat memiliki sampai 750 polybag lada yang akan memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp. 16.500.000,- pada tahun ke dua dan Rp. 41.250.000,- mulai tahun ke tiga.

CARA CERDAS MENCEGAH BUNGA DAN BUAH RONTOK

Pertumbuhan tanaman yang subur dan sehat merupakan harapan Bpk. Sukemi yang telah lama berkecimpung dalam hal bertanam cabai.
Awalnya ia hanya sekedar mencoba produk pertanian PT. NASA seperti POC NASA dan Hormonik.
Bpk. Sukemi mulai menggunakan POC NASA dan Hormonik ketika tanamannya menginjak usia 15 hari dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan pertama yang terdiri dari ZA, KCl dan TSP.
Pemberian POC NASA dan Hormonik dilakukan dengan cara disemprotkan pada tanaman.
Dosis yang diberikan : POC NASA 5 ttp + Hormonik 2 ttp dicampur dengan air 14 liter. Perlakuan yang sama dilakukan pada usia tanaman 30 hari, 45 hari, 60 hari sampai dengan sekarang menginjak umur 70 hari, dengan ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter - 2 meter.
Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur.
Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabai, ujarnya mengakhiri.
sekarang tinggal anda yang membuktikanya,,,,
semoga bermanfaat,
salam NASA smile emotikon
PESAN SEKARANG JUGA
WA/SMS 082366277131

Thursday, 23 February 2017

VITERNA PLUS,POC NASA DAN HORMONIK MAMPU MEMPERCEPAT PERTUBUHAN TERNAK

Dengan penggunaan produk penggemukan sapi VITERNA PLUS, POC NASA, HORMONIK secara intensif akan mempersingkat masa budidaya sapi pedaging yang Anda lakukan. Sehingga akan terjadi penghematan pakan yang cukup signifikn sebagai penambah keuntungan budidaya sapi potong tersebut.
VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
Asam – asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.
Sementara pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian sapi,
meningkatkan ketahanan tubuh ternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Sedangkan HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.
Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Caranya sebagai berikut :
Campurkan 1 botol VITERNA Plus (500 cc) dan 1 botol POC NASA (500 cc) ke dalam sebuah wadah khusus. Tambahkan ke dalam larutan campuran tersebut dengan 20 cc HORMONIK. Aduk atau kocok hingga tercampur secara merata.
Selanjutnya berikan kepada ternak sapi dengan dosis 10 cc per ekor. Interval 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.
Segera gunakan Produk Nasa untuk penggemukan sapi!! berupa VITERNA PLUS, POC NASA, HORMONIK untuk keberhasilan budidaya sapi pedaging Anda.
Lembu Limosin


Penggemukan Sapi Dan Kambing Dengan Cepat


CARA CEPAT PENGGEMUKAN SAPI PEDAGING,KAMBING DAN KUDA

.Selain Pemberian Rumput dan Konsentrat, Masih Di Butuhkan Pakan Pelengkap yang mengandung Gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada pakah hijauan dan Konsentrat Untuk Mengoptimalkan pertumbuhan dan Produksi Ternak, Maka PT. NATURAL NUSANTARA ( PT. NASA ) Mengeluarkan Produk Suplemen Khusus Ternai yaitu VITERNA plus, POC NASA,Hormonik dan TANGGUH PROBIOTIK. Produk ini Menggunakan teknologi VITAMIN, Mineral dan Probiotik yang di Buat dengan pendekatan fisiologis Tubuh SAPI,KAMBING DAN KUDA dengan Meneliti berbagai Nutrisi yang di butuhkan SAPI,KAMBING DAN KUDA :
VITERNA plus,POC NASA dan Hormonik mengandung berbagai nutrisi yang di butuhkan ternak Peliharaan yaitu :
Vitamin Lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisoilogis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh Sapi ,kambing dan kuda dari serangan penyakit.
Mineral-mineral Lengkap sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis Enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam Tubuh.
Probiotik sebagai sumber mikroba untuk membantu proses penguraian pakan dalam pembuatan pakan fermentasi dan proses pencernaan dalam tubuh sapi,Kambing Dan Kuda sehingga pertumbuhan dan produksi sapi,kambing dan kuda dapat lebih Optimal.
CARA PAKAI VITERNA plus, POC NASA ,Hormonik dan TANGGUH Probiotik :
Campur jadi 1 wadah ( di oplos ) 1 botol VITERNA plus,1 botol POC NASA dan 1 botol Hormonik. Dari campuran ambil 1 tutup + 0,5 tutup botol Tangguh probiotik untuk di campurkan 10liter Air Minum atau pakan Komboran 2,5kg , di berikan tiap pagi dan Sore, boleh di tambahkan Garam.
Produk Yang digunakan Poc Nasa,Hormonik dan Viterna
 Hubungi Kami Untuk Pemesanan Produk Hp : 082366277131

CARA MUDAH BUDIDAYA CABE ORGANIK

Cabe Mengunakan Pupuk Nasa

Tehnik Budidaya Cabai Organik
1. Sebelum tanam media yang akan ditanami diberikan SUPERNASA + GLIO di sebarkan di tanah.
2. Segera ditanam bibit cabainya setelah 3 / 7 hari setelah penyebaran SUPERNASA dan GLIO nya.
3. Kemudian usia tanam 5 hari segera semprotkan dengan POC NASA 3 tutup + HORMONIK 1 tutup + AERO 1/2 tutup / tangki 14 liter.
NB : Lakukan interval 1 minggu sekali.
4. Umur 2 minggu dipupuk kocoran dengan SUPERNASA 1 botol + NPK untuk 1000 tanaman.
5. Umur 25 hari setelah tanam berikan POWER NUTRITION 1 botol + NPK dikocorkan untuk 1000 tanaman.


Umur 25 Hst

NB : lakukan 1 bulan 3 atau 4 kali Pengecoran dan Penyemprotan


Semoga menjadikan inspirasi untuk Anda.

FUNGSI PERTISIDA HAYATI NATURAL GLIO BUAT TANAMAN

Pestisida Hayati Natural GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
Pestisida Organik Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

PERANAN Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum.
Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Merupakan agens antagonis tumbuhan yang dapat berperan menekan populasi atau aktivitas patogen tumbuhan.
Agens antagonis patogen tumbuhan adalah patogen yang dapat menimbulkan penyakit. Agens tersebut tidak dapat mengejar inang yang telah masuk ke dalam tanaman. Efektivitasnya dapat dilihat dengan tidak berkembangnya penyakit tersebut.
Peran antagonis Gliocladium sp. terhadap patogen tular tanah adalah dengan cara kerja berupa parasitisme, kompetisi, dan antibiosis. Dilaporkan Gliocladium sp. dapat memproduksi gliovirin dan viridian yang merupakan antibiotik yang bersifat fungisistik. Gliovirin merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur patogen dan bakteri. Sedangkan Trichoderma harsianum. Dapat menghasilkan enzim kitinase dan B-1.3-glukanase, dengan proses antagonis parasitisme.
PENYAKIT SASARAN
Jamur antagonis Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Efektif mengendalikan penyakit layu pada tanaman yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp. dan patogen tanah lainnya.


Wednesday, 22 February 2017

7 Tips Meningkatkan Motivasi Dari Diri Sendiri

Adakalanya anda sangat ingin meningkatkan prestasi dan pencapaian yang anda peroleh, namun anda tidak memiliki motivasi yang cukup. Motivasi adalah modal besar dalam sebuah upaya mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat berasal dari mana saja dan dari siapa saja. Motivasi juga bisa berasal dari diri anda sendiri. Jika anda ingin meningkatkan motivasi diri, beberapa saran berikut mungkin dapat menginspirasi anda.
1. Miliki Alasan yang Kuat
Kumpulkan jawaban atas pertanyaan mengapa anda ingin meningkatkan prestasi? Apa yang akan terjadi jika harapan itu tidak tercapai? Motivasi adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
2. Cari Inspirasi
Usahakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari buku, tabloid, internet, seminar, forum diskusi, dan lain sebagainya. Ada banyak kisah yang tersedia yang dapat menginspirasi anda untuk berbuat lebih.
3. Yakini bahwa Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Sukses
Sukses adalah buah dari ketekunan dan kerja keras. Jika anda merasa tidak bisa berbuat lebih, anda tidak akan pernah mencoba untuk berbuat lebih. Beberapa orang bisa sukses jadi pengusaha dari modal dengkul.
4. Rencanakan dengan Tahapan
Perjalanan mengelilingi dunia di mulai dengan satu langkah pertama. Pekerjaan besar akan terasa ringan jika anda membaginya menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil. Buat tahapan-tahapan kegiatan yang membantu anda mengevaluasi setiap kemajuan yang anda capai.
5. Jadikan Pengalaman sebagai Guru Terbaik
Ada banyak teori di luar sana yang dapat anda coba. Pada akhirnya anda akan mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pengalaman menghadapi tantangan. Intinya, sehebat apapun guru anda, tidak akan memberikan manfaat jika anda tidak praktek.
6. Fokus pada Tujuan
Ciptakan kondisi yang mendukung anda untuk fokus pada tujuan. Sekali anda mencoba menghindar dari masalah, anda cenderung mencari cara untuk menghindar. Keberhasilan membutuhkan kerja keras dan konsistensi.
7. Yakini bahwa Hanya Anda yang Bisa Mengubah hidup Anda
Jangan mengandalkan orang lain untuk mencapai keinginan anda. Pahami bahwa hasil luar biasa dapat diperoleh dengan usaha luar biasa pula

Pemupukan Tepat Dan Praktis Pada Kelapa Sawit (PEMUPUKAN SISTEM DIKOCORKAN)

Cara Praktis, Ekonomis, Hasilpun Manis untuk pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan yaitu dengan menggunakan pupuk organik dari PT NASA (Natural Nusantara): TANAMAN MENGHASILKAN (TM)
Pilihan Utama: 3 - 6 kg POWER NUTRITION / hektar / 6 bulan sekali
Pilihan Standart: 1,5 - 3 kg POWER NUTRITION + 1,5 - 3 kg SUPERNASA / hektar
Pilihan Minimal: 3 - 6 kg SUPERNASA
Keterangan:
* Penggunaan Power Nutrition dan Supernasa dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan pemberian ke lahan. Dapat juga dengan cara di encerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200 - 400 gram (20 - 40 sendok makan) dalam 10 - 20 liter air kemudian siramkan 1 - 2 liter larutan pupuk per pohon
* Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 25 - 50% dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik.
* SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE dengan dosis 50 kg per hektar.
* Untuk Pengendalian Hama menggunakan PESTONA yang bisa di aplikasikan bersama POC NASA dan HORMONIK dengan cara di semprotkan.
Manfaat Terapi Dengan Pupuk Organik NASA :
Mempercepat pertumnuhan kelapa sawit
Meningkatkan hasil panen kelapa sawit:
bobot / berat panen lebih tinggi
waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
usia produksi sawit lebih lama
Meningkatkan kualitas hasil panen
Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
Memperbaiki lahan/tanah yang rusak --> mengembalikan kesuburan tanah
Mengurangi penggunaan pupuk kimia
Menguntungkan secara ekonomis (bisa dipilih sesuai kondisi keuangan)
Pupuk Organik NASA murni 100% dibuat dari bahan alami, semakin banyak dosis yang digunakan maka akan semakin meningkatkan kualitas, kuantitas panen serta menjaga kelestarian lingkungan (Aspek K-3). Tidak ada istilah over dosis dalam penggunaan pupuk organik NASA ini

FUNGSI DAN MAMFAAT PUPUK TON BUAT TAMBAK UDANG VANAME

Pupuk Organik TON merupakan formula khusus Pupuk Tambak Organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara. Formula alami (organik) khusus tambak perikanan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan udang/bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang/bandeng, serta mengikat logam – logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi udang/bandeng. TON (Pupuk Tambak Organik Nusantara) juga membantu merutinkan molting udang.
Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan/udang.
Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun, seperti : H2S, amoniak, asam laktat, dsb.
Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang dan bandeng.
Membantu dan merutinkan molting udang.
Membantu sistem pencernaan udang.
Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang.
Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi
pertumbuhan udang/bandeng.
Membantu menciptakan dan mempertahankan ekosistem tambak yang seimbang.
Kandungan Unsur
N 2.67%, P2O5 1.36%, K 1.55%, Ca 1.46 %, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Mn 0.01%, Fe 0.18%, Cu < 1.19 ppm, Zn 0.002%, Na 0.11%, Si 0.3%, Al 0.11%, NaCl 2.09%, SO4 4.31%, C/N ratio 5.86%, pH 8, Lemak 0.07%, Protein 16.69%, Karbohidrat 1.01%, Asam Humat 1.29%
Catatan :
Untuk pencampuran pakan menggunakan pupuk organik cair NASA dengan dosis 5 cc/Kg pakan.
Kunjungan Ke Tambak Budidaya Udang Vaname yg mengunakan Pupuk Ton,Tapro dan Viterna Nasa

Aplikasi Pupuk Ton Dan Tapro Oleh Distributor Nasa

FUNGSI PERTISIDA PENTANA PADA TANAMAN

KEUNGGULAN :
1. Merupakan pengendali hama organik
2. Mengendalikan hama sasaran secara cepat
3. Mudah diaplikasikan di lapangan
4. Tidak membunuh musuh alami
5. Tidak mencemari lingkungan
6. Mudah terurai (biodegradable)
CARA PAKAI :
Campurkan 15 – 45 cc Pentana + 5 -10 cc Aero + sedikit air dalam wadah,aduk rata lalu tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh.
PETUNJUK KEAMANAN :
Simpan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak HAMA SASARAN UTAMA
Hama : Thrips sp, Aphis sp

CARA PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT CENGKEH

1. Kutu daun ( Coccus viridis )
Bagian yang diserang : ranting muda, daun muda. Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan terhenti misal ranting mengering, daun dan bunga kering dan rontok. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO-810 atau Natural BVR.

2. Penggerek Ranting/Batang (Xyleborus sp )
Bagian yang diserang : ranting/batang. Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil, serangan hebat menyebabkan ranting / batang menjadi rapuh dan mudah patah.Pengendalian : Pangkas ranting/batang yang terserang, pencegahan gunakan PESTONA atau Natural BVR.
3. Kepik Helopeltis ( Helopeltis sp )
Bagian yang diserang : pucuk atau daun muda. Gejala : Biasanya pucuk akan mati dan daun muda berguguran. Pencegahan : Semprotkan Natural BVR atau PESTONA.
4. Penyakit mati bujang ( bakteri Xylemlimited bacterium ).
Bagian yang terserang : perakaran, ranting-ranting muda. Gejala : matinya ranting pada ujung-ujung tanaman.Gugurnya daun diikuti dengan matinya ranting secara bersamaan. Pengendalian : pengaturan drainase yang baik, penggemburan tanah, pencegahan kocorkan POC NASA + HORMONIK + NATURAL GLIO.
5. Penyakit busuk akar (Pytium rhizoctonia dan Phytopthora ).
Bagian yang diserang : perakaran. Gejala : pada pembibitan tanaman mati secara tiba-tiba, pada tanaman dewasa daun mengering mulai dari ranting bagian bawah. Pengendalian : bila serangan telah ganas maka tanaman yang terserang dibongkar dan dimusnahkan, lubang bekas tanaman berikan tepung belerang 200 gr secara merata, isolasi tanaman atau daerah yang terserang dengan membuat saluran isolasi, perbaiki drainase, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman untuk pencegahan.
CATATAN:
Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki
Dapatkan segera Pupuk Organik Nasa untuk meningkatkan hasil panen anda hanya di Distributor Resmi Nasa Sekarang Juga....!!!

Cara Mudah Mengatasi Penyakit Pada Tanaman Tembakau


PENYAKIT Pada Tanaman TEMBAKAU
1. Hangus Batang (Damping Off)
Penyebab: jamur Rhizoctonia solani.
Gejala: batang tanaman coklat sampai hitam seperti terbakar.
Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar.
Pencegahan: aplikasi Natural GLIO pada awal sebelum tanam.

2. Lanas
Penyebab: Phytophora parasitica var. nicotinae
Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas pada batang terserang akan lemas dan mengganttung lalu layu dan mati.
Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.
3. Patik daun
Penyebab: jamur Cercospora nicotianae
Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih gingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek.
Pengendalian: desinfeksi bibit, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
4. Bercak Coklat
Penyebab: jamur Alternaria longipes.
Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji.
Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
5. Busuk Daun
Penyebab: bakteri Sclerotium rolfsii.
Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan.
Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO
6. Penyakit Virus
Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimun (Cucumber Mozaic Virus).
Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat.
Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi dicabut dan dibakar.
Catatan:
Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan Perekat Perata AERO-810 dengan dosis 5 ml (setengah tutup botol) per tangki.

Tuesday, 21 February 2017

MENGENAL PENYAKIT PADA UDANG VANAME


Penyakit pada udang
Bintik Hitam/Black Spot. Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.
Kotoran Putih/mencret. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
Insang Merah. Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.

Nekrosis. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.

MACAM-MACAM VIRUS MENYERANG UDANG

WSSV
Imnv ihhnv yhv tsv hpv mbv pvnv lpv losv mov
Nama-nama virus di atas mungkin lebih mirip kode/sandi kriprografi militer Rusia yang asing didengar tapi telah menjadi problem utama budi daya udang di Asia. Virus-virus udang tersebut datang silih berganti. Belum sembuh virus yang lama, sdh datang virus jenis yang baru.
Virus tsb adalah:
1. MBV -1985
2. WSSV - 1994
3. TSV - 2003
4. IMNV - 2006
5. WSSV - sampai sekarang.
Virus WSSV telah menyebabkan budidaya intensive udang windu asli indonesia tiarap dan berganti menjadi metode alami konvensional dgn yield rendah. Budidaya udang ramai lagi tahun 2003 setelah diganti udang Vannamei asal Hawaii yg lebih tahan terhadap virus White Spot dan memberikan hasil tonase dan padatan tebar udang yang lebih banyak. Perlombaan inovasipun dilakukan sampai akhirnya ditemukan metode super intensive yang menghasilkan produksi udang 153 ton/Ha sekali panen. Kabar baik suksesnya metode super intensif ini tdk serta merta menjadi harapan baru petani udang, karena udang Vannamei yg tadinya tahan terhadap virus white spot kini mulai diserang di seluruh Asia.
Para petani tidak memahami kenapa ini terjadi? Tindakan yang dilakukanpun cenderung prediktif dan preventif, belum ditemukan metode kuratif yang bisa benar-benar menyelasaikan masalah. Entahlah, sepertinya alam sudah jenuh dan terganggu keseimbangannya. Saya tidak tahu persis upaya apa yg sedang dilakukan para ahli budidaya udang untuk mengatasinya. Malahan upaya yang terpantau adalah upaya para ahli nanoteknologi yg mencoba membuat vaksin nano, enkapsulasi virus WS dengan sejenis polymer, filtrasi air tambak menggunakan nano filter sekaligus mendisinfeksi reject water menggunakan hydroxyl radicals dan sinar gamma termasuk menandai benur udang menggunakan nano gold dibantu sejenis polymer.
Saya sendiri cenderung mencurigai pakan udang sebagai pemicu virus WS kembali booming. Sumber protein utama pakan udang adalah tepung ikan. Tepung ikan ini dianggap kurang optimal untuk pertumbuhan udang. Diperlukan tambahan asam amino essensial untuk mempercepat pertumbuhan dan menambah nafsu makan.
Fortifikasi protein nabati kurang cocok karena berperanan terhadap penyakit berak putih. Hypotesa saya adalah fortifikasi animal protein yg menjadi penyebabnya. Porcine, lepton, tepung darah, tepung hati dll. Apalagi bila tepung protein tersebut berasal dari sumber yg tdk halal, alam pun bereaksi negatif. Sebuah hypotesa yg harus divalidasi
NOTE:Kalau sudah diserang penyakit Berak Putih Solusinya Dengan Tangguh Probiotik Nasa
Bisa Pesan Di no Hp 082366277131

CARA TEPAT PEMUPUKAN KOPI

Kebutuhan PUPUK ORGANIK SATU HEKTAR Untuk Pemupukan Kopi
Super nasa 3 kg
Power Nutrition 3 kg
Greenstar 10 kotak
Untuk Anti Hama: (semprot di daun) ; Pestona 5 botol

Anti jamur/virus (di kocor dgn air ditanah) ; Glio 5 kotak
Aplikasi: bikin larutan induk dalm 1 tong 200ltr air dengan komposisi:
1,5 kg super nasa
1,5kg power nutrition
5 kotak greenstar
2 kotak glio
3kg NPK
1-2kg Dolomit (kapur pertanian)
Supernasa dan power nutrition plus greenstar juga glio dicampurkan di tong air 200 ltr, di kocorkan di tanah tiap pohon ambil ½ ltr air. Lakukan tiap 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali. Sampai larutan induk habis.
Aplikasi sistem pengocoran ini utk kece[patan Nampak hasil, krn musim kemarau
Lakukan penyemprotan dgn pestona utk antisipasi hama, bisa dicampur dgn greenstar
Produk diatas bisa digunakan untuk tanaman kopi, kakao dll
Jika musim penghujan, aplisi bisa di lakukan dgn system tabor, yakni, kocek dibawah tanaman beri 2 sendok makan per tanaman kanan kiri. Artinya 1 sendok pupuk di kiri 1 sendok di kanan.

KEBUTUHAN PUPUK NASA PADA TANAMAN KAKAO

1 Botol POC NASA 500ml
2 Botol SUPER NASA 250gr
1 Botol POWER NUTRITION 500gr
2 botol HORMONIK 100ml
Pestona 500ml
aero-810 250ml
Pupuk kimia yang di pakai :

Dolomit 1 kg per pohon
NPK 20 kg
TSP 7 Kg
KCL 7 kg
pupuk tersebut di gunakan unttuk 200 pohon kakao.
Pengadukan Pupuk Nasa

Cara pemupukannya sbb ;
Taburkan Dolomit 1 minggu sebelum pemupukan, setelah berselang 1 minggu barulah di lakukan pemupukan. Caranya siapkan air 5 liter di ember lalu masukkan produk nasa kecuali pestona dan Aero-810 (sebagai pengendali hama) kedalam nya,lalu aduk sampai rata.Setelah itu siapkan air sebanyak 165 liter / gayung (1 gayung air hampir setara 1 liter air) di drum air,setelah itu masukkan kedalam air 165 liter tadi pupuk kimia (NPK 20 kg, TSP 7 kg, KCL 7 kg) aduk sampai pupuk kimia terlarut dalam air,setelah terlarut masukkan 5 liter air larutan pupuk nasa tadi,lalu aduk sampai merata. Lalu siramkan 1 liter / gayung perpohon dengan jarak 1 meter dari batang kakao.Lakukan pemupukan dengan interval 3 bulan sekali. Dan Untuk pengendali hama semprotkan setiap 2 minggu sekali PESTONA dan AERO-810 dengan dosis 5 tutup pestona dan 1/2 tutup aero-810 untuk tangki 14 liter ( tangki harus bersih, jangan di pakai tangki bekas pemakaian pestisida / herbisida kimia) , lakukan penyemprotan di sore hari.

MENGAPA PEMUPUKAN HARUS TEPAT DAN BERIMBANG

Case-nya adalah tanaman cabai banyak yang rontok di saat fase pembungaan. Setelah ditelusuri ternyata petani tersebut menggunakan pupuk N melebihi dosis. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa teknis pemupukan, baik itu waktu dan dosis nya adalah hal yang sangat penting.
Pemupukan yang tidak tepat waktu dan dosis ternyata berdampak sangat besar seperti pada contoh kasus di atas. Sadar atau tidak, mungkin masih banyak petani kita yang memiliki mind set yang sama. Nah, mudah-mudahan artikel singkat ini dapat memberikan pemahaman tentang dinamika dalam pemupukan.
Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan selain boros biaya, juga dapat merusak struktur tanah, tanah akan menjadi tidak subur. Sebenarnya di dalam tanah unsur hara N, P, K telah tersedia, hanya saja dalam bentuk yang tidak dapat diserap tanaman. Beberapa mikroorganisme sperti Trichoderma sp dapat membantu mengurai sehingga dapat diserap oleh akar tanaman.
Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia ini menyebabkan petani berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Terlihat saat pupuk kimia mulai langka kebanyakan petani harus rela membayar mahal agar tetap memperoleh pupuk.
Berdasarkan urain di atas, sangat perlu bagi insan tani Indonesia untuk mengetahui, memahami dan menguasai teknik pemupukan tepat dan berimbang. Bagaimana sih sebenarnya konsep praktis pemupukan tepat dan berimbang?
Kentang Dengan Produk Nasa

CARA MENANGULANGI UDANG BERAK PUTIH

Jika udang tidak bisa besar, konsumsi pakan rendah, waspadai kemungkinan kena penyakit Berak Putih (White Feces Disease/WFD). Hati hati.. belum ada obat yang ampuh untuk mengatasinya jika sudah terserang penyakit ini. Karena penyebabnya adalah kadar bahan organik yang tinggi sampai 250ppm di air tambak, maka sangat penting menggunakan TANGGUH PROBIOTIK untuk menguraikan bahan organik supaya tidak menjadi sarang atau media tumbuh protozoa penyebab WFD. Bandingkan udang vanami sehat (gambar sebelah kiri) terlihat garis hitam sepanjang punggung menunjukkan udang kenyang dan sehat. Sedangkan pada gbr sebelah kanan terlihat udang berwarna pucat, tidak terlihat garis hitam dipunggung. Probiotik Tangguh salah satu solusinya.

MENGENAL PENYAKIT PADA CABE

A. Penyakit Busuk Buah Antraknosa ( PATEK )
Penyakit ini karena kondisi iklim yang mendukung perkembangan jamur untuk mengatasinya dengan GLIO ditanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit / pokok dan kurangi bahan kimia sebaiknya sebelum tanam ccampurkan GLIO dengan pupuk kandang 25 kgdan diperam 1 minggu sebelum ditebarkan ke lahan atau dicampurkan dengan SUPERNASA
B. Daun Keriting atau Mosaik
Penyakit ini disebabkan karena cuaca ekstrim dan juga karena kutu kutuan yang menghisap cairan daun daun pada pucuk yang berpotensi membawa virus, kendalikan dengan menyemprotkan PENTANA 4-5 tutup pertangki 2 kali atau gunakan BVR seminggu + sepertiga AERO/ tangki
C. Penyakit Layu
Penyakit ini sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang yang disebabkan oleh cendawaqn dan bakteri, penyakit layu ini ada dua macam layu fusarium dan layu bakteri. tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dengan GLIO, siramkan GLIO dipokok pohon dan pencegahannya dengan menyebarkan campuran GLIO dan pupuk kandang.
D. Penyakit Bercak Daun
penyakit ini disebabkan oleh iklim dan biasanya menyerang pada saat musim hujan yang ditandain denganbercak bercak bundar berwarna abu abu dengan pinggiran coklat dan akan mengguning dan akhirnya berguguran. kendalikan dengan menggunakan GLIO
E. Penyakit Virus Kuning atau Bule ( Bulai )
Penyakit ini sesaui namanya daun dan batang tanaman akan berwana kuning yang disebakan oleh virus gemini kendalikan menyemprotkan PESTONA atau BVR
F. Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah
Penyakit ini disebakan cendawan dan virus karena drainase kurang baik, penggunaan N urea terlalu banyak, pupuk kandang yang kurang matang, jumlah nematoda terlalu banyak dan sebelumnya lahan di tanamani cabe atau mentimun.
Pengendaliannya dengan mengurangi penyebabnya dan penggunaan GLIO saat pengolahan lahan.
Sebagai langkah pencegahan sebaiknya lakukan hal berikut ini :
Saat pengolahan campurkan 25 pupuk kandang dengan 1 kotak GLIO atau 1 kotak GLIO dengan SUPERNASA 250 gr dan air 200 liter
Penyemprotan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR yang di beri 1/2 tutup AERO pertangki setiap 5 -7 hari sekali

II. HAMA PADA CABE
A. Hama Ulat
Ulat ini akan bersembunyi di siang hari dan menghindari sinar matahari, ulat ini akan muncul pada pagi hari sampai jam 07.00 dan akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe.
Pengendaliannya dengan menyemprotkan 5 tutup PESTONA dan1/2 tutup AERO pada jam 06.00-07.00 dan jam 16.00-18.00
B. Hama Kutu daun
Kutu daun yang sering menghisap daun cabe adalah jenis Aphids dan myzus persicae mereka akan menghisap cairan daun sehingga daun jadi kering dan kriting
Pengendaliannya dengan menyemprotkan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau 25-45 cc PENTANA dan 1/2 Aero pertangki seminggu sekali seminggu setelah tanam pada pagi atau sore hari
C. Hama Thrips
Ciri tanaman cabe yang terserang trips pada daun akan terlihat warna perak hingga kecoklatan yang akhirnya akan menguning dan pertumbuhanya akan kerdil, biasanya akan menyerang di musim kemarau untuk mencegahnya semprotkan 25-45cc PENTANA + 5-10 cc Aero
D. Hama Tungau
Serangan hama ini akan mengakibatkan daun keriting dan melinting ke bawah seperti sendok terbalik pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan lambat laun daun berwarna coklat menguning dan mati
Pengendaliannya supaya disemprotkan 25-45 cc PENTANA + 5-10cc Aero seminggu sekali
E. Hama Lalat Buah
Hama adalah lalat yangberaktifitas pada siang hari yang akan menyerang buah sehingga mengakibatkan gagal panen, untuk itu jika ada tanaman yang sudah terserang sebaiknya dicabut dan buah yang sudah terserang bisa di musnahkan
Pengendalian dengan menggunakan METILAT LEM

Sunday, 19 February 2017

CARA PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DENGAN Organik NASA PER 100 KG

Lagi Fermentasi Pakan Kambing

Bahan :
1. Jerami padi atau gedebog pisang sebanyak 100 kg
2. Drum atau tong plastik kapasitas 100 kg beserta tutupnya
3. Terpal untuk media pencampuran jerami dan bahan fermentasi
4. Alat potong seperti arit, golok atau mesin pemotong hijauan atau jerami
5. Molases atau tetes tebu sebanyak 1 kg
6. Produk NASA yaitu PROBIOTIK TANGGUH dan VITERNA masing-masing 1 botol
7. Dedak sebanyak 10 kg
8. Garam sebanyak 1 kg
9. Ember berisi air sekitar 2 liter
Cara Pembuatan :
1. Untuk jerami padi sebanyak 100 kg, dipotong kecil-kecil seukuran 5-8 cm dengan menggunakan alat potong atau mesin potong coper dan ditebar diterpal,
2. Hasil potongan yang telah disebar di terpal kemudian ditebar atasnya dengan dedak sebanyak 10 kg.
3. Siapkan larutan mikrobia dengan cara ember yang berisi 2 litar air, kemudian dimasukkan 4 tutup botol TANGGUH PROBIOTIK, 2 tutup botol POC NASA, garam 1 kg, tetes tebu atau molases 1 kg, dan diaduk sampai homogen atau merata.
4. Siramkan larutan mikrobia TANGGUH tersebut di atas permukaan jerami dan dedak tersebut secara merata.
5. Campurkan larutan mikrobia TANGGUH dengan dedak dan jerami padi.
6. Masukkan campuran jerami dan larutan TANGGUH ke dalam drum penyimpanan.
7. Proses pemasukan ke dalam drum plastik fermentasi sedikit demi sedikit dan diikuti dengan pemadatan. Setelah itu drum plastik ditutup dengan rapat sampai tidak ada udara yang masuk, kemudian drum disimpan selama tiga minggu. Setelah tiga minggu drum dibuka dan dikeluarkan jerami padi hasil fermentasi kemudian dikeringangikan dahulu sebelum diberikan ke kambing atau sapi.

Go Orangik,Go NASA.
Hub Kami Hp: 082366277131

PEMBERIAN PROBIOTIK UNTUK MENINGKATKAN KEKEBALAN UDANG

Pemakaian Tangguh Probiotik untuk kolam udang dan ikan.
Larutkan tangguh 2-3 liter bersamaan bersamaan ton dengan air secukupnya, lalu siramkan merata tanah dasar tambak /kolam pada tahap persiapan lahan ( belum ada air)
Larutkan tangguh 0.5 liter di campur air secukupnya lalu siramkan merata keair tambak setiap 2 minggu sekali ( bersamaan dengan aplikasi ton ) selama 6 kali mulai umur 21 hari.
Pemakaian Tangguh Probiotik untuk pakan udang dan ikan.
Larutkan 5 cc ( 0.5 tutup botol) TANGGUH dan 10 cc VITERNA dalam air secukupnya untuk di campur dengan 8-10 kg pakan udang /ikan.
Manfaat/Fungsi "TANGGUH PROBIOTIK" Untuk Kolam :
: Fungsi Tangguh dalam kolam perikanan adalah
1. untuk membantu menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak termakan.
2. Membantu Mengurangi produksi senyawa beracun
3. Menetralkan racun H2S dan nitrit
4. Menekan bakteri yang merugikan di kolam dengan
cara kompetisi
Selain untuk kolam bisa juga dicamur dengan pakan
Fungsi 'TANGGUH PROBIOTIK" apabila dicampur dengan pakan :
meningkatkan efisiensi pencernaan
meningkatkan pertumbuhan
meningkatkan daya tahan tubuh

SOLUSI BUDIDAYA UDANG DENGAN PUPUK TON NASA

Solusi Meningkatkan Hasil Tambak Udang dan Bandeng lebih MUDAH dengan menggunakan produk dari PT. Natural Nusantara.
Gunakan Pupuk Tambak Organik Nusantara (TON).
Pemupukan 1 hektar cukup memerlukan TON 3 Kg saja. Tidak perlu menggunakan pupuk Urea & Pupuk Kandang. Tapi jika anda ingin memakainya hasil akan lebih baik lagi tetapi dosis bisa dikurangi 25-50%.
Fungsi dari Pupuk TON antara lain adalah untuk:
mampu menetralkan senyawa beracun,
mengikat logam berat berbahaya,
cepat menumbuhkan plankton sebagai pakan alami yang disukai ikan,
membantu moulting udang secara rutin,
meningkatkan kualitas udang & bandeng,
meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam tambak.
Supaya Udang & Bandeng cepat tumbuh besar , cepat panen, nafsu makan meningkat, tidak stres, menekan angka kematian, dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit maka anda juga perlu menambahkan nutrisi berkualitas tinggi dari NASA yaitu setiap 5kg pakan dicampur dengan larutan campuran antara VITERNA PLUS + POC NASA + HORMONIK dengan dosis 12cc.

Keunggulan:
Cukup signifikan sebagai pengganti pupuk Urea / pupuk Kandang di tambak1 Liter setara dengan 1 ton Pupuk Kandang
Mempercepat pertumbuhan plankton (Zooplankton dan Phytoplankton) sebagai pakan alami yang disukani udang & bandeng
Membantu merutinkan molting udang
Mempercepat pertumbuhan ikan, udang & bandeng
Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit
Menekan angka kematian
Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan ikan, udang dan bandeng
Menetralkan racun berbahaya seperti H2S, amoniak, asam laktat, dll dan mengikat logam-logam berat yang berbahaya
Cara Pakai:
Saat pengeringan tambak / kolam, semprotkan 3 Kg pupuk TON yang sudah dilarutkan air Plankton akan tumbuh dalam 3-4 hari. Tinggikan air setinggi normal dan masukkan bibit ikan / benurInterval 20 hari sekali, siramkan pupuk TON ke tambak sebanyak 1 - 2 Kg per 1 hektar.
Kandungan pupuk TON:
N = 2,67%, P205 = 1,36%, K = 1,55%, Ca = 1,46%, S = 1,43 %, Mg = 0,4%, Cl = 1,27%, Mn = 0,01%, Fe = 0,18%, Cu

Untuk Konsultasi dan Pemesanan Produk Hub 082366277131